Jumat, 27 Maret 2009

Alamku Menangis…

Kali ini…
Kurasakan ada getaran hebat didalam diriku
Ketika bidadariMu meneteskan air mata,
Tak kuasa diri ini menatapnya dikala seberkas sinar hebat
Menyorot tubuhku…

Apakah ini yang dinamakan suatu pertanda??
o.. sungguh aku tak tau !!
andai saja diri ini memahamiMu dari sejak awal,
mungkin aku tak kan pernah merasakan,
sesuatu yang telah menimpa saudara – saudaraku yang berada di Situ Gintung…

Situ Gintung…
Saat ini berduka akan bukti-buktiMu
Saat ini menangis karena telah banyak korban yang berjatuhan,
Saat ini membutuhkan kontribusi dari kita semua…

YA ILLAHI…
YA ILLAHI RABB’I…
Maafkan diri ini jika telah membuat kedzholiman dimuka bumi ciptaanMu,
Maafkan diri ini jika telah ingkar padaMu…
Maafkan diri ini… bila diri ini telah kafir kepadaMu.. Ya Illahi…

Sesungguhnya…
Diri ini tak akan pernah sanggup oleh Azab siksa api nerakaMu,
Diri ini hanya ingin menjadi Ahli surga yang kekal abadi di mataMu…
Sudi kiranya… perkenankanlah do’a kami Ya Illahi…

“Innalillahi wa’ innalillahi rojiun”
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Notes: Puisi ini aku yang bikin… puisi ini terinspirasi dari Kejadian “BENCANA TANGGUL JEBOL DI SITU GINTUNG, CIPUTAT”, ya pada awalnya diriku belum sempat menyimak televisi karena hari ini harus berangkat kuliah karena ada mata kuliah metodelogi penelitian yang gak boleh telat, ya disiplin bangetlah dosennya… masuk jam 7.30… pada awalnya tau kalo ada bencana di situ gintung? Itu tau dari supir angkot yang aku tumpangi yaitu angkot D02 warnah putih yaitu jurusan pondok labu-ciputat, sempet gak percaya juga sih… tapi setelah liat asrama polisi yang ada di pasar jum’at… eh tau-taunya didepan komplek cirendeu ada banyak orang trus kendaraan pribadi pada diparkir di asrama polisi… mobil-mobil, motor dll, trus yang bikin hati tambah yakin yaitu ada 3orang ibu naik D02 yang saya tumpangi… ya seperti abis olahraga gitu deh pakaiannya… salah satu diantara rombongan ibu-ibu… kalo gak salah pake kacamata orangnya… ibu tersebut ngedumel sepanjang jalan tentang kejadian situ gintung… yaudah kesempatan saya kan untuk menyimak, menjadi pendengar yang setia dan melontarkan pertanyaan tentang kejadian tersebut… ternyata banyak hikmah dari pelajaran ini yang bisa kita ambil dan kita petik sedikit ilmunya, andai saja kita memahami segala sesuatu tentang isi yang ada di muka bumi ini, mungkin alam kita tidak akan menangis…? Yah cukup kasian juga yah dengan kejadian ini karena saya langsung lihat lokasinya tersebut tapi untuk liat langsung ke tempat yang kena musibah aku gak sanggup deh yah paling liat dari jalan raya/ litanya dari angkot… sampai-sampai macet total… dan untuk sekarang… yang terjadi biarlah terjadi… mungkin untuk individu masing-masing… perbanyak Istighfar yah perbaiki diri dari sekarang mumpung belum terlambat dan ini secara gak langsung merupakan suatu teguran loh dari Sang Maha Pencipta… karena tanpa kita sadari, umur manusia, musibah… tidak ada yang pernah tau kapan datangnya? Hanyalah milik DIA semata….. 

Semoga bermanfaat…

Salam Dakwah,

Wenti Zakiah (Nona Wenza)

2 komentar:

gin mengatakan...

lena senja semakin bahaya.
tak lama menunggu, semesta akan tenggelam.
dan, cukuplah tersenyum.

gin mengatakan...

lena senja semakin bahaya.
tak lama menunggu, semesta akan tenggelam.
dan, cukuplah tersenyum.