Berbicara puisi berarti kita membicaran juga mengenai pengalaman terdalam yang pernah, sedang dan tengah kita alami. Tak perlu disangkal lagi bahwa puisi memang berbeda dengan karya-karya sastra lainnya.
Secara umum, karya tulis dibagi menjadi tiga bagian.
1. non-fiksi
2. fiksi
3. puisi
Sedikit mengherankan memang mengapa puisi tidak dimasukkan ke dalam ranah fiksi, namun ia justru berdiri sendiri. Indenpent. Agaknya sifat-sifat puisi yang cenderung “susah ditangkap”, “bebas” “lepas” dan multi tafsirlah yang membedakan puisi dari saudara serumpunnya.
Unsur-unsur Puisi
1. Diksi
Merupakan pilihan kata yang membangun rangkaian metafor. Pilihan kata yang baik merupakan pilihan kata yang menopang kekuatan kata sebelumnya. Kata-kata yang segar, baru dan unikakan semakin memperindah sebuah diksi.
2. Metafor
Merupakan bentuk perumpamaan yang disajikan dalam melukiskan suatu maksud dalam puisi. Misalnya seseorang yang ingin mengibaratkan usia seseorang yang tidak kekal, ia memilih daun sebagai metafor kefanaan. Daun pada mulanya kuncup, hijau, kuning, tua dan mati. Seperti itu jugalah usia darimanusia.
3. Citraan
Bisa bersifat rabaan, pendengaran, penglihatan dan sebagainya.
4. Tipografi
Merupakan bentuk sajian bait perbait dari sebuah puisi. Apakah ditulis lurus, zigzag, membentuk prosa dan sebagainya. (www.anneahira.com)
Puisi yang bagus, berangkat dari suatu hal yang “meresahkan” lubuk hatinya. Oleh karena itu puisi-puisi yang “bernilai magis” bisa dirasakan oleh segenap pembacanya sekaligus mampu bertahan dalam gempuran zaman. Selalu ada nilai-nilai unik dalam membaca puisi yang benar-benar ada perasaan mendalam dari sang penulis padaa karya puisinya.
Oleh karena itu, para penyair secara tidak langsung turut bertanggung jawab dalam menyebarkan semangat pembaruan, pergolakan batin dan pembaharuan dalam segenap zaman. Sedikit berbeda dengan baik cerpen dan novel yang mempunyai banyak unsure-unsur pembentukkannya. Novel dan cerpen memiliki apa yang disebut dengan unsur pembangun cerita. Unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel atau sebuah cerpen bisa saja sedikit imajinatif dalam merangkaikannya. Anda bisa mengolah sedemikian rupa sehingga cerita yang terbangun bisa lebih menarik. Namun sebuah puisi berangkat dari sebuah kejujuran, pengalaman mendalam seorang penyair sehingga pembaca mengerti dan ikut merasakan kepedihan, kegembiraan, emosi dari sang penyair.
Menarik untuk disimak dan dirasakan bahwa puisi menempati bagian lebih banyak dalam mengolah emosi daripada bentuk-bentuk fiksi. Tersebab puisi mengambil bagian perasaan yang paling banyak, yang meskipun menggunakan diksi sedemikian rupa agar terlihat menarik, namun bagian “kejujuran” dan “emosi” paling tidak bisa ditutup-tutupi. Sebab puisi mewaklili kegelisahan mendalam dari sebuah penyair.
Sebuah cerpen atau novel bisa saja berangkat murni dari sebuah imajinasi, harry potter dan nibiru sebagai contohnya. Namun sekali lagi puisi, senantiasa berangkat dari apa yang paling menggelisahkan hatinya. Oleh karena itu selalu saja terasa berbeda membaca puisi yang benar-benar ditimang dan dirawat dengan sungguh-sungguh dibandingkan dengan puisi yang 5 menit jadi. Meski sama-sma bagus, “rasa” itu tentunya berbeda.
Sebagaimana masakan, tentunya berbeda antara masakan rumah dengan masakan restaurant.
Membuat puisi
Membuat puisi, meski puisi adalah “haram” untuk diteorikan (sebagian penyair berpendapat bahwa puisi tidak bisa diajarkan namun bisa dipelajari) namun kita akan mencoba melakukan pendekatan-pendekatan dalam membuat puisi. Hal itu bisa dilihat dalam blog saya di www.senjautama.multiply.com yaitu tentang table da vinci dan table kata benda acak.
Yang ingin ditekankan dalam bahasan kali ini adalah table kata benda acak. Table kata benda acak adalah menghubungkan 2 kata benda yang berbeda sehingga membentuk sebuah hubungan. Hal ini bisa dilakukan bagi penyair pemula untuk menuliskan puisi yang “unik” dan “luas”. Apa hubungannya pintu dengan mata? Sekilas Nampak tidak berhubungan namun dengan segenap kreativitas yang dipunya oleh penyair maka kedua hal itu bisa saja dilakukan sekaligus memperkaya khasanah perbendaharaan kata-kata.
Hal yang paling ditekankan oleh penyair kawakan kepada penyair muda adalah banyak membaca karya-karya puisi, coba rasakan “kegalauan” mereka, resapi dan setelah menangkap maksud dan emosi dari sang penyair maka cobalah membuatnya versi sendiri. Hanya itu satu-satunya cara agar mahir berpuisi.
Sumber bacaan lainnya:
1. http://endonesa.wordpress.com/2008/09/08/puisi-definisi-dan-unsur-unsurnya/
2. http://id.shvoong.com/humanities/1935362-puisi/
3. http://penyair.com/
http://senjautamadinihari.multiply.com/journal/item/10/Materi_Puisi_Batre_9
♥ Berjuanglah untuk segala yang kau cintai. bahkan sampai mati kalau terpaksa. maka kehidupan bukanlah untuk ditakuti. bahkan kematian bisa kau percaya. ~ By: Peer Holm Jørgensen ♥
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Dunia Forum Lingkar Pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Dunia Forum Lingkar Pena. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Juli 2011
Sabtu, 25 Desember 2010
Materi Fiksi (Ifa Avianty)
Sesuai postingan Ayu Dominata di re8el dan FLP Depok
Temen-temen sekalian pada Pertemuan I Batre 9 yang berlangsung pada Minggu, 5 Desember 2010 sejumlah materi disampaikan oleh Mb Iva Afianty kepada Peserta, terutama materi Fiksi karena memang itulah porsi Mb Iva dalam Pertemuan I Batre 9 ini. Materi fiksi yang disampaikan beliau terutama seputar penulisan novel dan cerpen. Namun begitu dalam perjalanannya ada juga materi tambahan lain yang diselipkan Mb Iva masih seputar kepenulisan.
Dari sejumlah materi yang disampaikan Mb Iva Afianty mulai Pukul 09.00 – 11.00 WIB maka dibawah ini kami buatkan ringkasannya.
Berikut ringkasan materi kepenulisan dalam Pertemuan I Batre 9 bersama Mb Iva Afianty
Rumah Cahaya 5 Desember 2010 :
Kunci utama menulis Novel atau Cerpen (Tulisan Fiksi)
1. Tulislah apa yang anda tahu, anda suka, dan anda inginkan
2. Hidupkan tokohnya. Maksudnya seorang penulis karya Fiksi yang baik harus mampu membuat karakter tokoh dalam tulisannya seolah-olah hidup, ceria atau sedih sesuai kebutuhan. Sebuah karya fiksi tanpa tokoh maka akan gugur karya fiksi itu.
3. Tanamkan pemikiran : Penulis adalah ”Tuhan” bagi karyanya. Maksudnya menjadi penulis adalah sesuatu yang prinsipil atau sangat pribadi bagi masing-masing individu. Anda bebas membuat tulisan seperti yang anda inginkan, tanpa ada yang berhak mengintervensinya karena anda adalah ”Tuhan” tulisan anda. Dengan catatan, tetap bersandar pada norma dan nilai yang ada. Lebih khusus misalnya soal jalan cerita karya anda, seperti apa jalan cerita yang akan anda buat itu hak anda.
4. Seorang penulis harus banyak membaca, menulis, mereview karena seorang penulis yang baik adalah juga harusnya seorang pembaca yang baik
5. Untuk Cerpen : 3 Paragraf pertama harus menarik, kalau tidak Say Good Bye untuk karya anda, sementara untuk Novel, Bab pertama harus menarik.
Selanjutnya materi dilanjutkan dengan Tips Bagaimana Menghidupkan Tokoh, Mb Iva membagi kurang lebih ada 5 poin penting yang harus diperhatikan agar tokoh dalam karya fiksi dapat hidup, yaitu :
1. Buat Foto Karakter (CV)
Maksudnya sebelum menulis karya fiksi (novel/cerpen) ada baiknya masing-masing tokoh dibuat spesifikasi ciri-cirinya seperti sifat, kebiasaan, dll yang membedakan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Yang mana ciri-ciri ini nantinya akan menjadi patokan penulis dalam membuat jalan cerita. Dan harus konsisten. Jangan sampai si ”A” misalnya dalam foto karakter dijelaskan orangnya manis, lembut, dan pemaaf namun pada saat menceritakan penulis justru membuat yang sebaliknya.
Contoh : Elang, Elang adalah lelaki baik hati yang suka menabung..bermata tajam dan bla bla bla...
2. Tentukan Setting (Latar belakang cerita )
Misalnya suatu kejadian terjadi pada tempat ini pada waktu ini dst..
3. Buat Konflik (Pertentangan tokoh)
Konflik dalam karya fiksi semacam ”garam” yang membuat cita rasa tulisan menjadi lezat. Tanpa konflik sebuah karya fiksi akan kehilangan nyawanya.
Konflik bisa berupa konflik internal tokoh, misalnya ceritakan konflik pribadi sang tokoh, bisa juga konflik antar tokoh ( konflik tokoh satu dengan tokoh2 lainnya), atau konflik bisa juga dibuat antara tokoh dengan lingkungan sekitarnya.
Mb Iva menjelaskan konflik ini sebaiknya dibuat setiap penggantian adegan, jika bukan konflik minimal tanda-tanda menuju konflik, yang mana itu akan di finishing di akhir cerita atau BAB. Ini penting karena konflik inilah daya tarik cerita yang akan membuat pembaca terus mencari tahu kelanjutan cerita tulisan anda. Penulis diharapkan juga sabar dalam mengakhiri konflik, jangan buru-buru, penulis harus pandai menarik ulur konflik sebagai daya tarik cerita.
4. Buat ”Suspense” (Kejutan)
Kejutan dalam cerita biasanya sangat disukai oleh pembaca. Siapa sih yang tidak mau dikasih hadiah? Maka dari itu penulis yang baik harus pandai membuat Suspense sebagai semacam hadiah/kejutan untuk pembaca. Misalnya : dalam cerita pencopet ternyata paman tokoh utama dll
5. Ending (Penuntasan semua cerita)
Ending juga terbagi dua ada Open Ending (Ending Terbuka) atau Close Ending (Ending tertutup). Ending terbuka adalah penutup cerita yang secara terang-terangan menceritakan bagaimana perjalanan tokohnya secara detil sampai akhir. Sementara close ending adalah penutup cerita yang menggantung. Cerita sengaja dibuat menggantung untuk membuat pembaca menyimpulkan sendiri bagaimana akhir ceritanya.
Kemudian Mb Iva Afianty mengingatkan bahwa kita di FLP adalah penulis “Plus”. Selain penulis kita adalah Da’i yang wajib menyampaikan nilai-nilai kebaikan dalam tulisan kita. Kita harus pandai menyelipkan nilai-nilai itu namun dengan bahasa yang indah tidak terkesan menggurui. Intinya seni bagaimana menyampaikan sebuah pesan.
Diakhir materi Mb Iva mengingatkan bahwa penulis yang baik adalah penulis yang mempunyai integritas.
Integritas penulis tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Penulis harus menjaga kontinuitas (kuantitas) dalam menulis
2. Penulis harus menjaga kualitas tulisan dan kalau bisa selalu meningkat setiap waktu
3. Harus bisa memaintanace umur kepenulisan dengan mengkader
4. Menulislah selalu dengan hati, pintar saja tidak cukup untuk membuat tulisan yang
berkualitas dan bernilai untuk kebaikan banyak orang.
5. Kita adalah Da’i jadi sampaikanlah nilai-nilai kebaikan dimanapun anda berada dan pada
apapun tulisan yang anda buat.
Demikianlah kurang lebih materi kepenulisan yang disampaikan Mb Iva Avianty dalam Pertemuan I Batre 9 tanggal 2010.
Semoga ringkasan ini bermanfaat untuk kita semua.
Wassalam
Panitia Batre 9
Ayurisya
Temen-temen sekalian pada Pertemuan I Batre 9 yang berlangsung pada Minggu, 5 Desember 2010 sejumlah materi disampaikan oleh Mb Iva Afianty kepada Peserta, terutama materi Fiksi karena memang itulah porsi Mb Iva dalam Pertemuan I Batre 9 ini. Materi fiksi yang disampaikan beliau terutama seputar penulisan novel dan cerpen. Namun begitu dalam perjalanannya ada juga materi tambahan lain yang diselipkan Mb Iva masih seputar kepenulisan.
Dari sejumlah materi yang disampaikan Mb Iva Afianty mulai Pukul 09.00 – 11.00 WIB maka dibawah ini kami buatkan ringkasannya.
Berikut ringkasan materi kepenulisan dalam Pertemuan I Batre 9 bersama Mb Iva Afianty
Rumah Cahaya 5 Desember 2010 :
Kunci utama menulis Novel atau Cerpen (Tulisan Fiksi)
1. Tulislah apa yang anda tahu, anda suka, dan anda inginkan
2. Hidupkan tokohnya. Maksudnya seorang penulis karya Fiksi yang baik harus mampu membuat karakter tokoh dalam tulisannya seolah-olah hidup, ceria atau sedih sesuai kebutuhan. Sebuah karya fiksi tanpa tokoh maka akan gugur karya fiksi itu.
3. Tanamkan pemikiran : Penulis adalah ”Tuhan” bagi karyanya. Maksudnya menjadi penulis adalah sesuatu yang prinsipil atau sangat pribadi bagi masing-masing individu. Anda bebas membuat tulisan seperti yang anda inginkan, tanpa ada yang berhak mengintervensinya karena anda adalah ”Tuhan” tulisan anda. Dengan catatan, tetap bersandar pada norma dan nilai yang ada. Lebih khusus misalnya soal jalan cerita karya anda, seperti apa jalan cerita yang akan anda buat itu hak anda.
4. Seorang penulis harus banyak membaca, menulis, mereview karena seorang penulis yang baik adalah juga harusnya seorang pembaca yang baik
5. Untuk Cerpen : 3 Paragraf pertama harus menarik, kalau tidak Say Good Bye untuk karya anda, sementara untuk Novel, Bab pertama harus menarik.
Selanjutnya materi dilanjutkan dengan Tips Bagaimana Menghidupkan Tokoh, Mb Iva membagi kurang lebih ada 5 poin penting yang harus diperhatikan agar tokoh dalam karya fiksi dapat hidup, yaitu :
1. Buat Foto Karakter (CV)
Maksudnya sebelum menulis karya fiksi (novel/cerpen) ada baiknya masing-masing tokoh dibuat spesifikasi ciri-cirinya seperti sifat, kebiasaan, dll yang membedakan antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Yang mana ciri-ciri ini nantinya akan menjadi patokan penulis dalam membuat jalan cerita. Dan harus konsisten. Jangan sampai si ”A” misalnya dalam foto karakter dijelaskan orangnya manis, lembut, dan pemaaf namun pada saat menceritakan penulis justru membuat yang sebaliknya.
Contoh : Elang, Elang adalah lelaki baik hati yang suka menabung..bermata tajam dan bla bla bla...
2. Tentukan Setting (Latar belakang cerita )
Misalnya suatu kejadian terjadi pada tempat ini pada waktu ini dst..
3. Buat Konflik (Pertentangan tokoh)
Konflik dalam karya fiksi semacam ”garam” yang membuat cita rasa tulisan menjadi lezat. Tanpa konflik sebuah karya fiksi akan kehilangan nyawanya.
Konflik bisa berupa konflik internal tokoh, misalnya ceritakan konflik pribadi sang tokoh, bisa juga konflik antar tokoh ( konflik tokoh satu dengan tokoh2 lainnya), atau konflik bisa juga dibuat antara tokoh dengan lingkungan sekitarnya.
Mb Iva menjelaskan konflik ini sebaiknya dibuat setiap penggantian adegan, jika bukan konflik minimal tanda-tanda menuju konflik, yang mana itu akan di finishing di akhir cerita atau BAB. Ini penting karena konflik inilah daya tarik cerita yang akan membuat pembaca terus mencari tahu kelanjutan cerita tulisan anda. Penulis diharapkan juga sabar dalam mengakhiri konflik, jangan buru-buru, penulis harus pandai menarik ulur konflik sebagai daya tarik cerita.
4. Buat ”Suspense” (Kejutan)
Kejutan dalam cerita biasanya sangat disukai oleh pembaca. Siapa sih yang tidak mau dikasih hadiah? Maka dari itu penulis yang baik harus pandai membuat Suspense sebagai semacam hadiah/kejutan untuk pembaca. Misalnya : dalam cerita pencopet ternyata paman tokoh utama dll
5. Ending (Penuntasan semua cerita)
Ending juga terbagi dua ada Open Ending (Ending Terbuka) atau Close Ending (Ending tertutup). Ending terbuka adalah penutup cerita yang secara terang-terangan menceritakan bagaimana perjalanan tokohnya secara detil sampai akhir. Sementara close ending adalah penutup cerita yang menggantung. Cerita sengaja dibuat menggantung untuk membuat pembaca menyimpulkan sendiri bagaimana akhir ceritanya.
Kemudian Mb Iva Afianty mengingatkan bahwa kita di FLP adalah penulis “Plus”. Selain penulis kita adalah Da’i yang wajib menyampaikan nilai-nilai kebaikan dalam tulisan kita. Kita harus pandai menyelipkan nilai-nilai itu namun dengan bahasa yang indah tidak terkesan menggurui. Intinya seni bagaimana menyampaikan sebuah pesan.
Diakhir materi Mb Iva mengingatkan bahwa penulis yang baik adalah penulis yang mempunyai integritas.
Integritas penulis tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Penulis harus menjaga kontinuitas (kuantitas) dalam menulis
2. Penulis harus menjaga kualitas tulisan dan kalau bisa selalu meningkat setiap waktu
3. Harus bisa memaintanace umur kepenulisan dengan mengkader
4. Menulislah selalu dengan hati, pintar saja tidak cukup untuk membuat tulisan yang
berkualitas dan bernilai untuk kebaikan banyak orang.
5. Kita adalah Da’i jadi sampaikanlah nilai-nilai kebaikan dimanapun anda berada dan pada
apapun tulisan yang anda buat.
Demikianlah kurang lebih materi kepenulisan yang disampaikan Mb Iva Avianty dalam Pertemuan I Batre 9 tanggal 2010.
Semoga ringkasan ini bermanfaat untuk kita semua.
Wassalam
Panitia Batre 9
Ayurisya
Selasa, 07 Desember 2010
FLP Mencari Naskah

Assalamu alaikum
Barangkali ini jawaban dari Forum Lingkar Pena atas harapan anggotanya agar FLP bisa menyalurkan karya anggota ke penerbit.
FLP mencari naskah buku-buku How To karya anggota FLP yang ditulis dengan gaya penulisan populer, untuk kategori:
1. Parenting
2. Pendidikan
3. Kesehatan
Jika kawan-kawan berminat, silakan kirim:
1. Draf buku (daftar isi-nya)
2. Contoh tulisan (1 atau 2 bab)
kirim ke email:
tebingcakrawala@yahoo.com
dengan subject: NASKAH FLP (PARENTING/PENDIDIKAN/KESEHATAN)
Semakin cepat Anda mengirimkan, semakin besar kemungkinan diterbitkan.
Salam
DP
Kamis, 02 Desember 2010
Jadwal Pelatihan BATRE 9 Forum Lingkar Pena Depok

1. Tanggal 5 Desember 2010 -> Fiksi (Ifa Avianty)
2. Tanggal 9 Januari 2011 -> Non Fiksi (Melvy Yendra)
3. Tanggal 6 Februari 2011 -> Puisi (Agus)
4. Tanggal 6 Maret 2011 -> Skenario (Sakti Wibowo)
5. Tanggal 3 April 2011 -> Penerbitan (Rahmadiyanti Rusdi)
6. Tanggal 1 Mei 2011 -> Indie Publishing (Qonita Musa)
Selasa, 16 November 2010
Interview BATRE 9 Forum Lingkar Pena Cabang Depok
Motivasi MenulisOleh: Wenti Zakiah
Assalamualaikum, Wr, Wb…
Dear, FLP Depok…
Perkenalkan nama saya Wenti Zakiah, seorang gadis keturunan darah Jawa yang lahir di Jakarta. Saya lulusan MAN 13 Jakarta, motivasi saya menulis adalah berdakwah buat diri sendiri dan buat orang lain melalui media tulisan saya, karena saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dimata Allah, Keluarga dan bermanfaat untuk orang lain.
Motivasi saya masuk FLP adalah saya ingin belajar lebih detail tentang dunia kepenulisan, seperti belajar membuat resensi buku dan belajar menulis: puisi, cerpen, novel, non fiksi… Hingga pada akhirnya saya menjadi seorang penulis yang hebat akan karya-karyanya. Besar harapan saya dalam jangka panjang adalah bisa mengeluarkan buku sendiri maupun keroyokan dan berharap bahwa menulis sebagai pekerjaan saya tanpa label pensiun, bahkan hanya maut yang bisa memisahkan antara saya dengan pekerjaan yang satu ini
Dalam hati saya pun ikut bersuara, jika suatu hari kelak saya berkeluarga… saya ingin mempunyai pasangan hidup yang satu hoby dengan saya yaitu menulis dan keluarga kami pun mempunyai label sebagai keluarga penulis, hal ini merupakan salah satu bagian dari impian saya
Permohonan saya kepada para senior flp adalah agar mau berbagi ilmunya kepada kami anggota flp termuda (baru) karena kami masih sangat awam tentang dunia kepenulisan, semoga suasana kekeluargaan pun lahir di dalam komunitas flp, semoga tidak ada senioritas ya? Dan semoga kalian tidak sombong, dan selalu baik hati.
Demikianlah tulisan yang saya buat, mohon maaf apabila ada kalimat yang tidak berkenan hati anda, karena saya hanya manusia yang tak luput dari kesalahan dan kehilafan, Wa’alaikumsalam, Wr, Wb…
Jagakarsa, 13 November 2010, 00:12
Wenti Zakiah
Langganan:
Postingan (Atom)